1. ASAM
Rasa asam sangat menyegarkan tubuh, mengurangi keringat yang berlebihan, meningkatkan produksi cairan, dan menenangkan temperamen “panas”. Pada saat stres dan marah, utamakan konsumsi rasa asam, karena asam bersifat suplemen untuk hati/lever. Namun, rasa asam merupakan kontraindikasi jika kondisi cuaca eksternal (angin – dingin) yang menyerang tubuh. Karena efek patogenik yang masih terletak di lapisan tubuh bagian luar, aroma asam akan menarik patogen ini ke lapisan yang lebih dalam. Hal ini membuat semakin buruk dan mengurangi keberhasilan pengobatan. Pilihan terapi untuk masuk angin adalah rasa pedas, yang membuka pori-pori, meningkatkan keringat, dan membersihkan faktor patogen dari permukaan tubuh.
Hati-hati, rasa asam yang berlebihan dapat merusak tonus otot (menurunkan pH, sehingga otot sering sakit dan kontraksi) harus dihindari bila menderita nonartikular rematik dan radang sendi.
2. MANIS
Rasa manis terutama memperkuat lambung & limpa untuk membangun energi. Hal ini juga membantu untuk meningkatkan nafsu makan. Dengan efek melembabkan, makanan manis menyehatkan cairan tubuh, meredakan ketegangan batin (biasanya makan berlebihan karena stres emosional).
Namun tetap harus berhati-hati, makan manis berlebihan akan melemahkan energi lambung & limpa menghasilkan patogen lembab berlebihan pada tubuh. Seiring waktu, menyebabkan gangguan dahak, misalnya berulang kali bronkitis, sinusitis, kelelahan kronis, sensasi tumpul di kepala,mengakibatkan obesitas dan kelemahan jaringan ikat/otot, gangguan gigi, dan melemahnya ginjal.
3. PEDAS
Rasa pedas berfungsi untuk memperkuat paru-paru dan membuang faktor penyakit eksogen, khususnya angin-dingin. Efek dan kemampuannya menghasilkan keringat membuka pori-pori sangat membantu selama tahap akut, jahe misalnya. Makanan agak pedas, selama bulan-bulan musim dingin menawarkan perlindungan yang sangat baik terhadap masuk angin. Karena efek menghangatkan, rasa tajam akan membantu untuk melonggarkan stagnasi emosional atau yang terkait dengan masalah pernapasan (sesak di dada misalnya). Dengan kecenderungannya untuk menggerakkan qi ke atas, rasa tajam ini bermanfaat disaat mengalami ketegangan emosional, seperti kesedihan, melankolis, dan putus asa.
Namun, orang dengan gejala panas, hindari rasa pedas! Jika berlebihan akan menyebabkan gejala panas dan dapat merusak kulit, seperti kekeringan, alergi, kulit gatal, alergi sinar matahari, dan sembelit.
4. PAHIT
Rasa pahit menopang fungsi pencernaan tubuh dan ekskresi, juga memiliki efek menenangkan. Rasa pahit-hangat dalam bentuk minuman beralkohol, atau minuman pahit, merangsang organ pencernaan karena kandungan alkoholnya.
Namun terlalu banyak pahit-dingin, memiliki efek pencahar yang kuat dan menyebabkan diare. Kelebihan rasa pahit-hangat (kopi misalnya) akan menyebabkan dehidrasi pada kulit, menghabiskan cairan tubuh, dalam pengobatan barat, kopi dianggap sebagai “perampok kalsium”dan mempercepat osteoporosis.
5. ASIN
Rasa asin yang secukupnya akan melengkapi fungsi ginjal, meningkatkan ekskresi urin dan tinja, membongkar kemacetan dan melembutkan area-area yang mengeras (misalnya, nodul subkutan atau akumulasi dahak).
Namun, kelebihan garam akan menyebabkan dehidrasi tubuh, merusak cairan, darah, dan system pembuluh darah (hipertensi), mengeraskan otot dan merusak tulang.
KLASIFIKASI MAKANAN MENURUT RASA












