Banyak yang bilang bahwa memaafkan itu mudah diucapkan tapi susah untuk melakukannya. Wah itu bagi yang tidak mengetahui caranya. Bagaimana caranya? Step-stepnya :
Step 1 : Kesadaran.
Untuk membantu proses ini, buatlah daftar, kalau perlu dituliskan. Apa saja? Contoh:
a. Apa yang menjadi masalah?
b. Siapa orangnya? Satu, dua, atau tiga orang?
c. Apa yang dirasakan? Marah, sedih, jengkel, gondhok, sebal, tidak ada harapan lagi, benci dan lain lain.
Step 2 : Menerima.
Semua hal yang tertulis pada step pertama, “disadari dan diterima” semua, termasuk apa yang dirasakan dan bagaimana perasaan yang muncul.
Step 3 : Memahami.
Buka mata, kepala, dan hati. Nikmati proses memahami ini, tidak perlu menunjuk dan menyalahkan orang lain dan keadaan, konsentrasi kepada diri sendiri.
Step 4 : Memaafkan.
Sekarang, badan, hati dan pikiran, sudah siap untuk memaafkan. Biasanya pada awal-awalnya akan ada proses semacam penolakan dari dalam diri, untuk itu ada satu trik untuk meng-hipnotis diri sendiri dengan cara seperti ini :
a. Pada saat sebelum tidur di malam hari, berdoalah seperti biasa.
b. Kemudian, di akhir doa, berbisiklah pada diri sendiri, misalnya : aku memaafkan si A, B, C atas segala kesalahan-kesalahanmu kepadaku di masa lalu, terimakasih telah hadir dalam kehidupanku, aku menyayangi kalian.
Step 5 : Ijinkan untuk pergi.
a. Ucapkan terimakasih: terimakasih telah hadir didalam kehidupanmu, terimakasih sudah mengajarkan kepadamu untuk bertumbuh dan menjadi matang, terimakasih telah mengajarkan hal-hal itu kepadamu untuk menjadi kuat.
b. Ijinkan semua yang membebani ini untuk pergi.
c. Lakukanlah dengan senyum, baik di wajah maupun dihati.
Beberapa Tips, supaya proses memaafkan ini sukses.
- Lakukan setiap malam sebelum tidur.
- Ulangi lagi step 1 sampai dengan 5, jika tidak ada waktu, setidaknya yang paling penting harus melakukan step 4.
- Lakukan tiap hari untuk hasil yang maksimal.
- Lakukan setidaknya 21 hari untuk menguatkan hati dan pikiran juga untuk membentuk perilaku.
- Setelah 21 hari, tanyakanlah pada diri sendiri, apakah aku sudah memaafkan si A, B, dan C? Chek apa yang dirasakan, apakah masih merasakan benci, marah, gondok, dan lain-lainnya? Jika ya, lanjutkan berlatih tiap malam, sampai kapan? Sayapun masih melakukannya setiap hari sampai hari ini, karena kita setiap hari selalu berhubungan dengan orang lain, di rumah, di pasar, di jalanan, di kantor, bisa jadi akan ada satu dua gesekan yang menyebabkan kita merasa jengkel, kesal, atau lainnya, nah saat mau tidur ini adalah waktu yang tepat untuk memaafkan semuanya agar hati menjadi tenang dan tidur lebih berkualitas.
Selamat mencoba!











