Moxa – Tindakan pencegahan dan kontra-indikasi
- Jika menterapi pasien anak-anak, pada umumnya moxa tidak boleh terbakar seluruhnya sampai mengenai kulit.
- Jika menterapi daerah yang bengkak atau joint yg bengkak, jangan pada tempat yang bengkak, pilih dan berikan moxa pada titik local yg mendekati badan (proximal) dan distal (jauh) dari bengkaknya.
- Memberikan moxa di area wajah, tidak disarankan dengan alasan resiko yang membahayakan/menakutkan pasien.
- Hindari penggunaan moxa pada pasien yang sedang lapar atau baru saja makan kenyang.
- Hindari penggunaan moxa pada pasien dengan tingkat penyakit yang sudah serius, misalnya pada pasien dengan kanker stadium akhir, pasien yang sedang demam tinggi, atau pada pasien dengan kelelahan yang hebat.
- Sangat membahayakan, penggunaan moxa pada ibu yang sedang hamil maupun ibu yang kemungkinan hamil.
- Hindari penggunaan moxa kira-kira satu jam sebelum atau sesudah mandi air hangat maupun sauna.
- Hindari penggunaan moxa jika pasien baru saja minum alkohol.
- Hindari penggunaan moxa pada pembuluh darah besar.
- Hindari penggunaan moxa pada area kulit dengan kasus penyakit kulit.
- Ada kontra-indikasi pada literatur trasional dan modern tentang titik mana yang kontra-indikasi terhadap moxa. Namun, sangat disarankan untuk terbiasa dengan kontra-indikasi ini dan mengikutinya.
- Kehati-hatian sangat disarankan pada penggunaan moxa dengan pasien diabetes atau alergi mengingat area bekas moxa bisa iritasi atau infeksi daripada pasien tanpa diabetes dan alergi.
- Biasanya, penggunaan moxa pada pasien diabetes dilakukan pada area torso.
- Jika memberikan moxa, sangat dianjurkan untuk memberikannya pada saat posisi yang bersamaan, bagian depan atau belakang.











